Touna-Kasus Pemukulan (Persekusi) yang dilakukan oleh Siswa Dengan cara menampar peserta Sispala yang vidionya viral ,memantik reaksi orang tua siswa (Korban red) untuk terus memproses kasus pemukulan hingga kejalur hukum.
Meski kasus ini ada upaya pihak sekolah untuk melakukan mediasi yang rencananya akan di lakukan hari ini di Polsek Ampana Kota.
Orang tua yang anaknya menjadi korban saat di konfirmasi media ini kemarin sekitar pukul 09.24 WITA melalui via WA ,mengatakan bahwa dia masih berada di pulau dan belum sempat ikut mediasi yang akan di laksanakan hari ini.Namun ada perwakilan orang tua lain yang anaknya juga menjadi korban pemukulan oleh Kaka kelasnya yang menjadi panitia di kegiatan Sispala.
“Orang tua korban menyatakan bahwa setelah ia mempviralkan vidio di Facebook ada intervensi dari pihak sekolah agar vidio itu di hapus sebab pihak sekolah telah menangani kasus itu,vidio itu sudah ditonton dan dibagikan 1000 lebih.Tapi vidionya sudah tidak ada mungkin di hapus oleh pihak Facebook atau bagimana ,saya juga nda tau,tuturnya.
Yang jelas terkait kasus pemukulan anak kami ,kasus ini akan tetap lanjut meski sangsi pihak sekolah tetap kami orang tua proses hukum para pelaku.
Ditanya terkait kondisi anaknya yang jadi korban ?Kondisi sedang trauma ketakutan ,mata sakit dan kepala sakit,mungkin karena di tampar berulang ulang dan anakku belum bisa masuk sekolah.
Diketahui proses mediasi yang akan di lakukan hari ini ,dihadiri oleh Pihak sekolah, orang tua korban,orang tua pelaku,Dinas Pendidikan Provinsi dan kepolisian.
Dari informasi yang di terima bahwa ada ada 10 siswa yang akan mendapatkan sangsi dari pihak sekolah.
“Ada 4 siswa termasuk anak saya yang di pukul dan itu lebih dari 10 orang yang memukul scara bergantian pada kegiatan itu.
Di ketahui bahwa siswa yang jadi korban masih duduk dikelas 11.
Kami berharap agar para pelaku mendapatkan sangsi dari pihak sekolah maupun proses hukum secara adil dan itu kami akan tetap tempuh,tutupnya.
Terpisah kepala Sekolah SMAN 1 Ampana Kota saat di hubung via tlpn WA secara berulang kali ,Engan mengangkat panggilan dari wartawan dan terkesan bungkam.






