Caption:Foto bersama FKUB Sulteng di acara ngopi kerukunan
Sulteng -Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah melaksanakan Ngopi Kerukunan bersama para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat lintas generasi. Kegiatan ini bertempat di Warkop Jl. Masjid Raya Lolu dengan tajuk “Dari Secangkir Kopi Lahir Sejuta Inspirasi Kerukunan” pada Sabtu, 6 September.
Sambutan dan Aspirasi
“Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulteng, Drs. Arfan, (tautan tidak tersedia), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga suasana kondusif, khususnya saat aksi demonstrasi mahasiswa dan pengemudi ojek online.
” Arfan menekankan bahwa kerukunan adalah tanggung jawab bersama dan forum seperti Ngopi Kerukunan sangat strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Moderasi Beragama
“Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, (tautan tidak tersedia), menjelaskan bahwa kegiatan Ngopi Kerukunan merupakan bagian dari strategi FKUB untuk menyerap aspirasi dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
Lanjut, Zainal juga memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama serta gagasan “Bahagia Beragama, dan Beragama Bahagia”.
Tanggung Jawab Kolektif
“Zainal menambahkan bahwa menjaga kerukunan tidak hanya menjadi tugas FKUB semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Kerukunan umat beragama adalah modal sosial yang sangat penting dalam membangun bangsa yang damai, adil, dan beradab.
Penguatan Kelembagaan
” Sementara itu ,salah satu tokoh masyarakat H. Helmi D. Yambas mendorong penguatan kelembagaan FKUB melalui regulasi yang lebih jelas, seperti pembentukan Peraturan Daerah (Perda).
Helmi menekankan bahwa landasan hukum yang kokoh sangat penting untuk menjaga kerukunan umat beragama.






