Sekda Touna Resmi Buka Pelatihan GAP Dan GBS

Tojo Una-Una51 Dilihat

Touna-Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-una Alimudin Mohammad ,menghadiri serta membuka secara resmi kegiatan pelatihan penyusunan gender analisis pathway (GAP) dan gender budget statement (GBS), yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor Bupati Tojo una-una Selasa 25 Juni 2024.

 

Dalam sambutannya sekretaris Daerah Kabupaten Tojo una-una Alimudin Mohammad mengatakan pengarus utamaan gender adalah proses untuk menjamin perempuan dan laki-laki mempunyai akses dan kontrol terhadap sumber daya memperoleh manfaat pembangunan dan pengambilan keputusan yang sama di semua tahapan proses pembangunan dan seluruh program serta kebijakan pemerintah sesuai. Dengan Inpres nomor 9 tahun 2000 tentang pengaruh utamaan gender dalam pembangunan nasional ,tandasnya.

 

Lanjut Alimudin katakan kesetaraan gender dalam kebijakan pembangunan menjadi indikator yang cukup signifikan karena kesetaraan gender akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang mengurangi kemiskinan dan memerintah secara efektif. Semakin tinggi apresiasi gender dalam proses perencanaan pembangunan maka semakin besar upaya suatu negara untuk menekan angka kemiskinan dan sebaliknya rendahnya apresiasi dimensi gender dalam pembangunan akan meningkatkan angka kemiskinan ,jelasnya.

 

Lanjut ia katakan, untuk menjangkau peran pemerintah daerah terhadap pengaruh utamaan gender untuk itu dilakukan proses perencanaan dan penganggaran responsif gender setiap perangkat daerah perlu melakukan analisis gender diantaranya dengan metode gender analisis pathway dan menerjemahkan hasil analisa tersebut ke dalam dokumen perencanaan atau gender budget statement yang merupakan dokumen resmi yang perlu dilampirkan pada RKA.

 

“Untuk penyusunan gap dan GPS ini ketersediaan data terpilah yang lengkap dan tercatat dengan baik sangat dibutuhkan oleh setiap opd tidak hanya itu dasar pun perlu mulai melakukan pencatatan dan pendataan dengan terpilah untuk mendukung kelengkapan data opd di atas. Proses ini tidaklah sederhana karena basis perencanaan responsif gender ini menggunakan data gender yang belum tentu dimiliki oleh opd oleh karena itu melalui pelatihan gap dan GBS ini saya berharap agar masing-masing APD dapat melampirkan gap dan GBS dalam penyusunan RKA terhadap kegiatan prioritas unit kerja masing-masing opd.menginformasikan bahwa suatu kegiatan telah responsif terhadap isu gender yang ada dan telah dialokasikan dana yang memadai untuk menangani permasalahan gender tersebut, ungkapnya.

 

Pada kesempatan itu sekretaris Daerah Kabupaten Tojo una-una berpesan kepada para peserta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh pelatihan penyusunan gap dan GBS ini sehingga dalam penerapan dapat berjalan dengan baik dan benar.

 

 

“Iya juga berpesan jika nantinya menemukan kendala dalam pembuatan gap dan gds dapat berkoordinasi dengan sekretariat tim PPRG yaitu dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta badan perencanaan pembangunan riset dan inovasi daerah, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *